Apa yang menurut kita baik, belum tentu baik menurut orang lain. Meskipun sebenarnya memang baik untuk semua orang

Kehidupan sebuah keluarga di New York seketika berubah. Sebuah keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu dan 3 orang anak laki-laki. Sang Ayah yang berprofesi sebagai pemangku jabatan di pemerintahan yang super sibuk tiba-tiba berubah menjadi orang yang mengaku mendapat bisikan dari Tuhan kalau akan terjadi banjir, dan dia harus membuat sebuah bahtera. Sudah pasti dia ditertawakan oleh kebanyakan orang karna dia akan membuat bahtera di tengah kota yang kemajuan teknologinya sangat pesat.

Semua orang menganggapnya gila. Semua orang menganggap dia mengalami gangguan jiwa karna tidak kuat akan tekanan jabatan yang ia terima.
Sampai akhirnya ia pun dianggap sudah tidak layak untuk bekerja lagi. Bahkan istri dan ketiga anaknya pun pergi meninggalkannya.

Tapi walaupun semua meninggalkannya, si pria tadi tetap meneruskan membangun bahtera karena waktu yang ditentukan semakin dekat. Seperti kisah Nabi Nuh, semua jenis binatang datang sepasang-sepasang.
Sang istri dan ketiga anaknya yang tadi meninggalkannya tiba-tiba bertemu seorang pria yang membuat mereka sadar akan pentingnya sebuah keluarga di saat-saat seperti ini.
Seorang pria tadi yang pada akhirnya diketahui sebagai seorang malaikat itulah yang mengatakan kepada sang Ayah akan perintah membangun bahtera.

Kemudian si istri dan ketiga anak tersebut memutuskan untuk kembali dan akhirnya ikut juga membantu sang Ayah dalam membangun bahtera.
Semua orang mencemooh mereka. Berbagai wartawan menyampaikan berita dengan kalimat-kalimat ejekan.

Dengan bantuan keluarga dan juga para binatang tadi, akhirnya bahtera pun jadi. Tetapi bersamaan dengan bahtera yang sudah jadi, pemerintah kota dan kepolisian datang dengan membawa alat berat untuk menghancurkan bahtera tersebut. Sang Ayah tetap bersikukuh kalau akan terjadi banjir besar dan berteriak menyuruh orang-orang untuk bergabung masuk ke dalam bahtera. Semakin keras sang ayah berteriak, semakin tertawa juga orang-orang yang mendengarnya. Apalagi ditambah dengan sampai saat itu tidak terjadi banjir seperti yang ia sampaikan selama ini.

Sang Ayah pun mulai putus asa dan memutuskan untuk keluar dan membiarkan bahteranya dihancurkan. Tapi ketika ia akan keluar, ia melihat binatang-binatang yang berada di dalam bahtera tidak mau keluar. Anak bungsunya mengatakan kalau itu adalah insting binatang akan sesuatu yang akan terjadi.

Akhirnya sang ayah tidak jadi keluar dan kembali naik ke bahtera. Kemudian tiba-tiba langit gelap dan turunlah hujan. Sang Ayah terlihat senang ketika ada tanda-tanda dari alam. Tapi ternyata hujan yang turun hanya sebentar, dan orang-orang semakin meneriakinya dengan hinaan-hinaan. Sang Ayah kembali terkulai lesu dan meneriaki Tuhan.

Tiba-tiba, sang ayah teringat akan sebuah bendungan. Ketika ia melihat ke arah bendungan, tanggul bendungan itu sudah jebol dan saat itu semua orang juga melihat ke arah yang sama. Kepanikan terjadi saat itu juga, dan semua orang berebut untuk masuk ke dalam bahtera tersebut. Ketika semua orang sudah berada di dalam bahtera, air pun sampai di tempat itu. Menyapu segala yang ada, terkecuali bahtera tersebut. Karena derasnya air, bahtera itupun terseret mengikuti arus. Dan pada akhirnya berhenti di sebuah gedung pemerintahan yang pada saat itu sedang melangsungkan sidang kongres. Semua orang dan binatang yang ada dalam bahtera tadi selamat.

. . .

Kisah di atas adalah sebagian kecil kisah dari sebuah film yang saya saksikan melalui televisi (Trans7) jumat dini hari tadi (maaf saya lupa akan judul film tersebut).
Sebuah film yang bagi saya sendiri memiliki arti yang sangat mendalam. Sebuah film yang menyadarkan saya bahwa ada kalimat ” Apa yang menurut kita baik, belum tentu baik menurut orang lain” , meskipun sebenarnya baik untuk semua orang.

Saya juga jadi teringat akan sebuah episode tayangan Kick Andy, di mana ada seorang pria yang dengan tulus membantu sesama yang mengalami masalah kejiwaan. Dengan segala upaya ia merawat saudara-saudara kita yang dalam bahasa sehari-hari kita sebut “orang gila” itu. Ia membawa pasien-pasiennya yang ia temui di jalan. Dia bawa ke tempatnya, memandikannya, memberi makan mereka dan menampung mereka untuk tinggal bersama dia. Pada awalnya ia mendapat pertentangan dari keluarga dan orang-orang di sekitar. Terlebih dari keluarga karena apa yang ia kerjakan tak akan menghasilkan nafkah untuk keluarganya. Tetapi karena kebaikan dan ketulusannya, keluarga dan orang-orang yang selama ini menentangnya berbalik menjadi mendukung pria tersebut. Tanpa memikirkan penghasilan yang ia peroleh dan berusaha semampunya membiayai semuanya sendiri sampai akhirnya mulai datang para donatur yang ikut membantu. Dan sampai saat ini, sudah banyak pasien yang sembuh melalui perantaraanya.

Memang ga selamanya kebaikan yang kita lakukan juga ditanggapi dengan baik pula oleh orang-orang di sekitar kita. Seperti para penemu, awalnya mereka juga mendapat celaan dari orang-orang. Tapi pada akhirnya hasil temuan mereka justru kita gunakan sampai saat sekarang ini dan nama mereka kita ingat sampai saat ini.

Melakukan hal yang baik memang tidaklah mudah. Selama kita yakin kalau nantinya akan menjadi manfaat untuk kita dan orang sekitar, teruskanlah. Jangan hiraukan celaan dan caci maki yang menghampiri. Lelah pasti, tapi jangan terlalu lama beristirahat karna nantinya justru akan menjadikan kita tidak melanjutkan langkah kita.

Terakhir, ada sebuah kalimat yang saya ambil dari film yang saya ceritakan tadi.
” Kalau mau mengubah dunia, lakukanlah satu demi satu kebaikan ”

Salam. .

Posted from WordPress for BlackBerry.

Tentang adhytyasegara

#AdaKamar
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s