Terimakasih Bambang ” @bepe20 ” Pamungkas

Sore ini berniat “nyantai”. Udah ada kopi dan rokok, udah siap buat menjelajah twitter. Tapi gak tau kenapa pas ngebaca salah satu tweet akun olahraga, tiba2 jadi ga “nyantai” lagi. . ( Lebay dikit )
Isi tweet akun tadi intinya adalah mundurnya Bambang pamungkas dari Timnas Indonesia.
Yang pada akhirnya tweet tadi memancing naluri ke-kepoan saya buat stalking TL @bepe20 . Ternyata mundurnya sang kapten bukan hoax.
Cukup membuat saya penasaran, pasalnya setau saya mas Bepe sangat cinta dengan sepakbola Indonesia.
Sebenarnya berita ini juga ga terlalu mengejutkan buat kita yang mengikuti perkembangan Timnas Indonesia dan karier mas Bepe sendiri. Beberapa kali mas Bepe sudah absen dari kegiatan Timnas sepakbola kita. Belum lagi didahului dengan mundurnya mas Bepe dari skuat Persija Jakarta. Sebuah klub yang saya idolakan meskipun saya sendiri berasal dari Semarang.
Sebab akibat mundurnya mas Bepe dari Persija sendiri saya tidak tahu pastinya. Tapi dari pemberitaan beberapa media yang saya dapatkan sedikit banyak bisa membawa saya untuk berspekulasi.
Begitu juga dengan keputusan mas Bepe mundur dari skuat Timnas Indonesia. Carut marutnya kepengurusan di PSSI , campur tangan oknum politik di dalamnya, dan ego yang terlalu besar dari beberapa pimpinan PSSI mungkin bisa menjadi salah satu alasan mundurnya mas Bepe ( sedikit sok tau nih saya )
Jujur, saya sendiri sebagai penikmat sepakbola tanah air kecewa dengan apa yang terjadi belakangan ini di dunia sepakbola dalam negeri.
Prestasi yang tidak segera membaik dan cenderung mengecewakan.
Bisa jadi mas Bepe tidak hanya sekedar mundur karna sudah menyerah, karna saya yakin mas Bepe bukan orang yang gampang menyerah. Bisa jadi mas Bepe sudah terlalu kecewa dengan bapak-bapak berjas di lingkup PSSI, atau ingin memberi banyak kesempatan untuk junior-juniornya.
Tapi apapun yang menjadi alasan mas Bepe mundur dari Timnas, saya sendiri mengapresiasi keputusannya. Saya juga berterimakasih untuk pelajaran yang diberikan untuk kami pecinta sepakbola tanah air.
Semangat yang pantang menyerah, sikap sportifitas dan juga loyalitas yang dicontohkan mas Bepe di lapangan hijau tidak bisa dipungkiri juga menjadi teladan untuk saya yang di luar lapangan. Selalu membantu yang terjatuh, tidak pandang lawan ataupun kawan menjadi sebuah teladan solidaritas untuk hidup menyatu dengan sesama. Semangatnya yang tak pernah padam juga menjadi semangat tersendiri untuk rekan satu tim meskipun tim yang dibela sedang terpuruk. Semua hal positif yang ditunjukan mas Bepe sangat bisa direfleksikan dalam kehidupan sehari-hari kita.
Akhir kata, terimakasih untuk pengorbanan dan loyalitas mas Bepe di Persija dan juga Timnas Indonesia. Salah kalo mas Bepe mengatakan bahwa mas Bepe adalah generasi yang gagal karna di mata saya, mas Bepe justru berhasil. Berhasil menyikapi permasalahan sepakbola kita dengan langkah yang berani dan layak diacungi jempol.
Tentu saya dengan kapasitas saya sebagai fans akan sangat merindukan gol-gol indah yang terlahir dari “tandukan kepala” mas bepe, juga akan rindu melihat kostum bernomor punggung 20 berlari-lari di lapangan, tak lupa juga kepemimpinan mas Bepe di lapangan .
Buat saya, mas Bepe adalah legenda hidup sepakbola Indonesia.
Sedikit berangan-angan, nantinya akan melihat mas Bepe muncul lagi di lapangan hijau. Mungkin bukan sebagai pemain, tapi sebagai pelatih. Pelatih klub atau bahkan pelatih Timnas mengingat betapa sepakbola sudah mendarah daging di diri mas Bepe, Amin.
Sekali lagi, Terimakasih capt!

Posted from WordPress for BlackBerry.

Tentang adhytyasegara

#AdaKamar
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s