my imagination

“Kalo misalnya dpt kesempatan unt kembali ke masa lalu, kamu mau kembali ke masa yang mana ?”

Pertanyaan di atas udah pasti pernah kita dengar. Jawabannya udah pasti kita akan memilih unt kembali ke masa di mana kita merasa bahagia, ketika hari2 kita terasa begitu indah.
Mungkin jawaban saya sedikit berbeda, karna saya akan memilih unt kembali ke masa di mana saya belum terlahir di dunia ini.
Masa di mana saya harus bersaing dengan jutaan, milyaran, trilyunan, ato bahkan tak terhitung saingan saya waktu itu.
Iya , kami bersaing unt menjadi yang terdahulu terlahir ke dunia. Kami seperti ribuan suporter bola yang berebut unt keluar dr stadion setelah menyaksikan pertandingan tim kesayangan kami.. Bahkan tak jarang dari kami saling serobot unt semakin mendekat ke pintu keluar. Kami saling dorong, saling tabrak, saling menarik, saling sikut, saling pukul dan saling menjatuhkan. Tak sedikit dari kami yang terinjak2 oleh para pengantri yang lain. Tak sedikit pula dari kami yang hingga saling pukul satu sama lain. Bahkan, kami juga saling membunuh unt mengurangi jumlah saingan kami. Itu semua karna kami tak sabar, tak betah menunggu unt segera terlahir ke dunia. Tempat yg kami yakini adl surga. Tempat di mana kehidupan kami akan lebih bahagia. Tempat di mana cahaya terang unt kegelapan jiwa2 kami. Kami tak kenal lelah unt menunggu kapan giliran kami tiba. Ketika satu pesaing kami telah mendapatkan giliran unt terlahir ke dunia, berarti giliran kamipun semakin dekat. Yang ada dipikiran kami adl ingin cepat2 terlahir ke dunia. Seperti layaknya seorang ibu yang menanti kelahiran putranya.

…..

Lalu, apakah yang terjadi ketika kami tlah terlahir ke dunia?
Apakah surga kami dapatkan ?
Entahlah. . Di dunia tempat kami lahir ini, kami masih harus berjuang keras unt tetap hidup. Tak sedikit dr kami yg masih juga saling pukul, saling injak, saling melukai satu sama lain seperti ketika kami menunggu giliran lahir ke dunia ini. Hanya saja kini kami bersaing unt tetap bertahan hidup, bersaing unt menjadi yg terhebat, bersaing unt menjadi penguasa. Tak sedikit dari kami yang kami sebut sebagai kaum wanita, harus bersusah payah mengandung, merasakan sakitnya melahirkan. Dan para kaum lelaki, harus berjuang, bersusah payah, bekerja keras unt mencari nafkah, mencukupi kebutuhan hidup.

….

Kami kadang berpikir kenapa di depan pintu, yang kami sebut pintu kehidupan itu tidak ada satupun yang memberi tahu apa itu dunia. Kami tidak mempunyai gambaran sedikitpun tentang dunia yang sdg kami perebutkan. Mungkin, kalo kami tau seperti apa dunia itu, tak sedikit dari kami yang akan mengurungkan niatnya unt terlahir ke dunia.
Atau mungkin memang keindahan dunia itu seperti yang sedang kami rasakan ini ?
Mungkin dunia itu indah ketika kami dihadapkan ke sebuah permasalahan dan kami bisa melaluinya.
Mungkin dunia itu indah ketika tumbuh rasa saling menyayangi, mengasihi, menghormati dan menghargai di antara kami yang sama sekali belum pernah kami alami di balik pintu kehidupan.
Mungkin dunia itu indah ketika penantian panjang kami terbayar dengan lahirnya putera kami.
Mungkin dunia itu indah ketika kami saling menolong, saling membantu dan berbagi.
Entahlah. .

….

Kami juga jadi bisa merasakan apa itu namanya cinta, benci, suka, duka, dan sakit. Ketika kami bahagia, kami tertawa. Ketika kami sedih, kami menangis.
Ketika kami marah, kami berteriak-teriak.
Kami juga merasakan bahagia ketika beberapa dari kami mendapatkan prestasi dalam pelayanannya terhadap dunia ini. Tapi tak jarang juga kami merasa sedih, kecewa, kasihan ketika beberapa dari kami hidupnya sia-sia. Tak sedikit dari kami yang menyakiti dirinya sendiri menggunakan narkoba, tak sedikit dari kami yang melukai sesama kami, tak sedikit dari kami yang melakukan cara2 yang licik unt semakin berkuasa, tak sedikit dari kami yang lupa akan perjuangan kami ketika masih bersama2 menunggu di pintu kehidupan dengan mengorbankan hidup mereka unt sesuatu yang di sebut Dosa. Kami semakin lupa kalo dunia dlm gambaran dan pikiran kami saat itu adl sesuatu yang menyenangkan sehingga layak kami perjuangkan..
Entah kami lupa , ato memang sengaja kami lupakan. .

Posted from WordPress for BlackBerry.

Tentang adhytyasegara

#AdaKamar
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s