Aku akan slalu mengingatmu, dan merindukanmu.

15 Maret 2013, satu hari yg lalu. Tepat 2 tahun Ibu saya meninggal. Hari itu saya lewati dengan segala aktivitas saya seperti biasa. Kebetulan saya jg disibukan dengan banyaknya pekerjaan.

Sama dengan hari kemarin, hari ini saya jg disibukan oleh pekerjaan saya. Tp ada yg berbeda hari ini. Seharian ini saya sangat merindukan Ibu saya. Hari ini, pikiran saya seperti diarahkan unt mengingat2 Ibu saya.

Saya teringat ketika Ibu saya masih sehat, berjuang dengan sekuat tenaga unt mencukupi kebutuhan keluarga kami pasca Bapak saya meninggal.

Saya teringat bagaimana Ibu saya dengan kerasnya mendidik saya. Tidak jarang Ibu menjewer kuping saya, mencubit paha saya sampai saya menangis. Dan saya tahu itu karna betapa nakal dan bandelnya saya kala itu.

Saya teringat ketika Ibu saya membanting gitar saya karna saya ga mau mendengarkan omelan Ibu dan malah main gitar dengan suara sekeras2nya.

Saya teringat betapa marahnya Ibu ketika beliau mendapat surat panggilan dr sekolah karna saya ketahuan merokok di sekolah. .

Saya jg teringat, saat malam hari kami saling bercerita tentang hari yg tlah kami lalui. Kami saling bercanda, saling menertawakan kelucuan kami masing2, hingga kami lelah dan terlelap sambil saling memeluk. .

Saya teringat setiap pagi Ibu slalu menyiapkan sarapan. Memang Ibu slalu membiasakan saya unt harus sarapan, sejak kecil hingga saya besar pun slalu seperti itu.

Saya teringat betapa pemaafnya beliau, meskipun tak terhitung berapa kali saya mengecewakannya. Bahkan beberapa kali saya jg pernah membuatnya malu.

Saya teringat betapa emosionalnya beliau kalau ada orang lain yang menghina keluarga kami. Beliau tanpa takut unt berhadapan langsung dgn org tersebut. .

Saya teringat, seringkali saya membantah perkataan Ibu. Sering saya mengabaikan nasehat2 Ibu, jg betapa kurang ajarnya saya yang pernah beberapa kali membentak Ibu.

Saya teringat, betapa sedihnya saya ketika pertama kalinya mendengar Ibu menderita penyakit pembengkakan jantung. .

Saya teringat ketika Ibu diopname, beliau seperti berpura2 sudah sehat supaya cepat pulang dan tidak merepotkan anaknya.

Saya teringat, ketika Ibu sering sesak nafas saat melakukan aktivitasnya. Ketika Ibu berjalan menuju warung depan rumah, Ibu membutuhkan waktu yang lama karna langkah kaki Ibu selalu terhenti oleh nafasnya yg sesak.

Saya ingat, betapa saya sangat memperhatikan apa yang Ibu makan dan minum sesuai anjuran dokter. Juga mengingatkan unt minum obatnya.

Saya teringat, semenjak Ibu sakit malam2 kami menjadi berbeda. Tak seindah dulu. Setiap malam, Ibu tdk bisa nyenyak tidur. Selalu terbangun ketika sesak nafasnya kambuh. Dan, kebiasaan Ibu adl minta dipijat di bagian pundaknya ketika sesak nafas.

Bahkan ketika td saya membeli mie ayam di warung, saya melihat seorang Ibu tua dan seorang anak laki2 sedang makan berdua. Semakin mengingatkan saya kpd Ibu karna kami berdua sama2 suka makan mie ayam.

Saya ingat, 2 tahun yang lalu. Waktu itu saya mendengar suara seperti petir. Lalu kemudian suara erangan Ibu. Tapi waktu itu saya yg sedang bersama teman2 di luar kamar tidak menghiraukan. Satu2nya yang membuat saya menyesal, ketika saya masuk ke kamar, saya melihat Ibu tertidur kaku. Kedua mata beliau terbuka, begitupun mulutnya. Posisi beliau waktu itu miring ke kanan.
Ya, saya menyesal karna saat beliau dipanggil Tuhan, saya tdk ada disisinya.

Sekarang sudah 2 tahun berlalu. Saya yakin tempat Ibu di sana sudah pasti lebih baik, Ibu jg sudah tdk perlu lg bangun di setiap tidurnya karna sesak nafas.
Tapi sampai saat ini, bahkan selama2nya ga akan pernah ada yg bisa menggantikan beliau. Ga akan ada yang bisa membayar besarnya pengorbanan beliau buat saya. .

I Miss You, Maria Magdalena Wiwik Sunarti
Anakmu ini, hari ini sangat merindukanmu

~ anakmu yang belum bisa membahagiakanmu ~

Posted from WordPress for BlackBerry.

Tentang adhytyasegara

#AdaKamar
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

2 Balasan ke Aku akan slalu mengingatmu, dan merindukanmu.

  1. A. Abdul Muiz berkata:

    Jadi kangen Ibu. Pengen meluk Ibu dan hati Ibu.😥

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s