Memilih Jokowi Untuk Ahok !

Setelah mengamati perkembangan ttg Pilpres beberapa minggu terakhir ini melalui media cetak, media online, serta status dan kicauan di sosial media seperti FB dan Twitter akhirnya saya sudah menentukan akan memilih Capres – Cawapres nomer berapa di Pilpres nanti.

Bisa dibilang cukup telat/lama saya baru bisa menentukan pilihan bila dibandingkan dengan teman2, saudara, keluarga saya yg mayoritas sudah lebih awal menemukan siapa yg akan mereka pilih. Perlu waktu bagi saya unt mengamati satu per satu rekam jejak dan prestasi yang sudah dimiliki oleh dua pasang kandidat pemimpin negara ini.

Saya akui, cukup sulit unt menentukan mana yang paling layak saya pilih. Mulai dr googling, baca berita di media online, nonton berita di TV dan jg membaca kicauan para pendukung masing2 kandidat di twitter. Terlebih para pendukung dua kandidat capres – cawapres ini lebih sering saling serang satu sama lain ketimbang memperkenalkan visi – misi dan proker capres – cawapres yang mereka dukung.

Saling serang dengan menggunakan isu sara dan HAM adalah senjata yg paling sering dipakai masing2 pendukung. Isu Sara dilempar unt menyerang JKW , sedangkan isu HAM digunakan unt menyerang PS. Isu sara adl cara yang paling basi sih kl menurut saya. Sedangkan untuk isu HAM , masing2 kandidat jg berisi orang2 yg pernah melakukan kejahatan HAM ( silahkan liat timses masing2 kandidat ) . #menolaklupa

Menyaksikan debat capres di TV-pun sama sekali tdk ada yg bisa membuat saya mempunyai pilihan thd salah satunya. Saya jg bukan orang yg suka ikut2an teman, keluarga atau saudara yang sudah memiliki pilihan karna belum ada yang “pas di hati” *duileehh kaya nyari jodoh aja😀 *

Tapi tidak untuk saat ini di mana saya sudah memiliki pilihan dlm Pilpres nanti. Saya memilih capres – cawapres no urut 2, JKW – JK. Kenapa memilih no 2, bukan no 1 ??

Alasan saya memilih JKW – JK adalah untuk Basuki Tjahaja Purnama a.k.a Ahok !! Hah ?! Maksudnya ??? Gini deh saya jelasin kenapa saya bisa bilang seperti itu.

Saya adalah salah satu dari banyak orang yang kagum sama pak Ahok. Nama Ahok mulai dikenal sejak beliau menjabat sebagai Wagub DKI. Dan semakin dikenal ketika maen labrak sana – sini.
Ahok adl sosok yang tegas, berani dan tdk pandang bulu. Ahok juga tidak tunduk dan mengekor thd partai pengusungnya (Gerindra). Beberapa kali menyaksikan Ahok ada di TV berikut dengan peryantaan2nya semakin membuat saya kagum. Selalu muncul kalimat “keren ni orang” dr dlm hati saya.

Lantas apa hubungannya dengan memilih JKW sbg Presiden dan Ahok? Jadi gini, seperti yang @hansdavidian pernah bilang di akun twitternya. Ketika Jokowi menjadi Presiden, maka Ahok akan menjadi Gubernur DKI. Di saat itulah Ahok punya kesempatan untuk lebih memperkenalkan diri dan mencari dukungan. Lalu kemudian nanti di Pilpres 2019 kita dukung Ahok unt menjadi Presiden !!

Silahkan kalau memang saya dibilang ikut2an hans. Tapi seperti yang saya tulis di atas, saya sudah lama kagum dengan sosok Ahok ini. Jadi mungkin lebih tepat dibilang kalau saya “sependapat” dengan hans.

Menurut saya, Indonesia sangat butuh pemimpin seperti Ahok. Tegas mengatakan salah jika ada yang melakukan kesalahan tanpa pandang bulu jabatan / kedudukan orang tsb. Pemimpin yang tidak tunduk dan mengekor pada partai pengusungnya. Pemimpin yang konsekuen thd ucapannya.

Beberapa waktu yang lalu, Ahok jg mendapatkan penghargaan Anti Korupsi dari Bung Hatta Award . Semakin meyakinkan kalau beliau juga konsen terhadap pemberantasan korupsi di negara kita. Bisa dibandingkan dengan partai berslogan “Katakan Tidak Pada Korupsi” sedangkan kenyataan kader2 partainya terjerat kasus korupsi.

Itu tadi pendapat dan pemikiran saya ttg pilpres nanti. Semoga yang sering bertanya siapa yg akan saya pilih nanti di 9 Juli sudah terjawab ya🙂
Sekali lg, Pilih Jokowi jadi Presiden biar Ahok bisa jadi Gubernur DKI, dan 2019 nanti kita dukung Ahok jadi Presiden. Tetap berkarya dan jangan berharap pada Negara. Jangan terlalu serius juga nanti bisa cepet mati :)))
Sekian dan #RakSahMbokPikir.

#SalamJariJari

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Secangkir Kopi dan Senja Kala Itu

Terik mentari mulai sirna. Berganti dengan syahdunya pemandangan pantai yang berkolaborasi dengan pantulan cahaya matahari yang mulai terbenam. Burung-burung terlihat ramai di angkasa, bersama-sama kembali ke sarangnya.

Senja ini masih senja yang sama dengan senja-senja yang lainnya. Ditemani secangkir kopi tanpa gula, yang pahitnya masih sama dengan kopi yang kunikmati waktu itu.

Di gubug penjual kopi ini , aku mengamati dua sosok yang sedang bermain dengan hangatnya air pantai. Berkejar-kejaran sambil tertawa penuh kehangatan. Mereka melambai-lambaikan tangan kepadaku, membuatku ikut merasakan kehangatan itu.

Tapi, semua itu berubah ketika angin laut yang mulanya bertiup pelan memberikan aroma khas pantai, dengan cepat berganti menjadi angin yang kencang dan memberikan tambahan kekuatan kepada gulungan-gulungan ombak itu.

Aku mencari dua sosok yang tadi memberikan lambaian tangan kepadaku. Mereka semakin jauh dari pandanganku. Aku berlari ke pantai. Tapi semakin dekat aku dengan pantai, semakin jauh mereka dari pandanganku. Hingga akhirnya menghilang tertelan ombak yang tinggi.

“Udah 2 tahun aja ya, Pak. Enggak kerasa aja. Perasaan baru kemarin terjadi.” Ucapan Ibu pemilik warung seketika membuyarkan lamunanku. “Iya , Bu” jawabku singkat sambil memberikan senyuman kecil.

Iya, andai saja 2 tahun yang lalu tak ada angin dan ombak yang besar, senja ini masih bisa kunikmati sembari menyaksikan mereka belari-lari di pantai. Andai saja aku bisa berenang dan menyelamatkan mereka, aku tak akan berpisah dengan mereka untuk selama-lamanya.

Sudah pukul 6.15 petang saat aku berdiri dan beranjak meninggalkan gubug ibu penjual kopi itu. Sebentar saja aku berhenti dan memandang ke pantai di hadapanku. Sambil mengucapkan doa dalam hati, “Semoga kalian tenang dan bahagia di sana , istri dan anakku.”

*gambar diambil dari google*

Posted from WordPress for BlackBerry.

Dipublikasi di Uncategorized | 2 Komentar

Lagi dan Lagi Nyalahin Pemerintah, Maaf.

” Ini mas kembaliannya. Maaf mas bis terakhir soalnya. ” Kata seorang anak yang umurnya sekitar 12-13 tahunan seraya memberikan uang kertas Rp 5000,- ..
” Ada ya pengaruhnya di ongkos bis terakhir dan yang bukan ? Ah sudahlah, yang penting sampai tujuan” pikir saya dalam hati.

Ongkos bis yang berbeda tadi emang ga terlalu saya pikirkan. Yang ada di pikiran saya waktu itu adalah si anak kecil tadi. Sebuah pemandangan yang udah biasa saya lihat di kota tempat tinggal saya, Semarang.

Seorang anak yang seharusnya masih sekolah, tapi dia justru harus menjadi seorang kernet bis kota. Naik turun bis ketika mencari penumpang. Dan seringkali berdesak-desakan dengan penumpang bis yang rata-rata berpostur tubuh lebih besar darinya.

Sebuah kenyataan kalau emang di Negara ini, atau gak usah jauh-jauh, di kota ini masih banyak perusahaan, tepatnya perusahaan jasa angkutan umum yang mempekerjakan anak-anak di bawah umur. Miris memang ketika pemerintah gembar-gembor tentang undang-undang tentang pekerja di bawah umur.

Jelas tertulis di UU no 13 tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan pasal 68 , ” Pengusaha dilarang mempekerjakan anak ” . Namun ada pengecualian yang tertulis di pasal 69 ayat 1, ” Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 dapat dikecualikan bagi anak yang berumur antara 13 tahun sampai dengan 15 tahun untuk melakukan pekerjaan ringan sepanjang tidak mengganggu perkembangan dan kesehatan fisik, mental, dan sosial “.

Juga dengan ayat 2, ” Pengusaha yang mempekerjakan anak pada pekerjaan ringan sebagai-mana dimaksud dalam ayat 1 harus memenuhi persyaratan :
a. izin tertulis dari orang tua atau wali
b. perjanjian kerja antara pengusaha dengan orang tua atau wali
c. waktu kerja maksimum 3 jam
d. dilakukan pada siang hari dan tidak mengganggu waktu sekolah
e. keselamatan dan kesehatan kerja
f. adanya hubungan kerja yang jelas
g. menerima upah sesuai dengan ketentuan yang berlaku

Dari dua pasal di atas aja udah keliatan jelas gimana larangan mempekerjakan anak di bawah umur. Dari pengecualian yang tertulis di pasal 69, jelas banget kalo mempekerjakan anak di bawah umur menjadi kernet bis adalah suatu pelanggaran.

Coba deh bayangin, seberapa besar bahaya yang mengancam anak kecil tadi ? Kita semua tahu kalo kondisi fisik angkutan umum sendiri banyak yang sudah tidak layak jalan. Belum lagi ia harus naik turun mencari penumpang. Ditambah juga harus berdiri di pintu angkutan umum tersebut.

Seberapa bahaya-nya perkembangan psikis dan kehidupan seorang anak kecil yang bergaul di terminal ? Tanpa bermaksud men-judge kehidupan terminal itu buruk. Tapi bukan rahasia umum kl premanisme, umpatan-umpatan kasar dan pergaulan yang tidak sehat juga terjadi di terminal.

Seberapa besar ancaman terhadap kesehatan anak tadi ? Angkutan-angkutan umum seperti bis kota mayoritas menggunakan solar yang kita tahu polusi dari knalpot angkutan tersebut sangat berbahaya, apalagi kalo tiap hari kita hirup terus-menerus.

Ketegasan pemerintah sangat diperlukan. Bukan mau cari-cari siapa yang salah. Tapi, coba deh kita bayangin, misalnya pemerintah benar-benar peduli terhadap kesejahteraan rakyatnya pasti si anak kecil tadi lagi main bola sama temen-temennya bukan jadi kernet bis kota.

Misalnya lapangan pekerjaan banyak di negara ini, pasti orang tua anak tadi bisa bekerja dengan lebih baik sehingga akan mampu membiayai sekolah anaknya.

Misalnya, orang tua anak tersebut mau kerja lebih keras demi masa depan anaknya, pasti anak tadi lagi ngerjain PR di rumah. Dan misalnya orang tua, pemilik bis kota, dan juga sopir bis kota tsb melarang anak tadi untuk menjadi kernet, pasti anak tadi ga perlu teriak-teriak mencari penumpang.

Ada yang ngebantah, ” lo ga tau apa yang dia alami. Lo ga tau gimana kondisi keluarganya. Lo ga tau kenapa dia mau jadi kernet bis kota.”

Oke, saya emang ga tau gimana kondisi dan keadaan yang akhirnya bikin anak tadi mau jadi kernet. Misalnya, emang keluarganya gak mampu dan si anak tadi terpaksa bekerja. Kita baca lagi UU yang udah saya tulis di atas. Masih banyak pekerjaan yang lebih menjamin keselamatan dan kesehatan anak tersebut.

Dan kalau misalnya UU yang mengatur tenaga kerja di bawah umur ini disosialisasikan dan bener-bener nyampe, pasti orang tua anak tersebut bakalan ngerti. Tapi ya mau gimana lagi ? Sosialisasi ga pernah nyampe. Televisi yang harusnya ampuh untuk menjadi lahan sosialisasi malah lebih sering menayangkan berita-berita koruptor, gosip-gosip selebriti, sinetron, dll.

Herannya kenapa pemerintah gak mau ambil celah melalui televisi di saat program-program sinetron lagui tayang ? Di jam-jam itu pasti banyak ibu-ibu yang lagi di depan tv.

Hmmm.. Lagi-lagi pemerintah ya yang disalahin ? Hehehe. Ya mau gimana lagi ? Kita tau mereka bukan dewa-dewi yang setiap omongannya bisa langsung terwujud. Kita cuma bisa berharap kedepannya anak-anak di Indonesia gak ada lagi yang jadi kernet bis kota ataupun kerja-kerja lainnya. Karena mereka adalah generasi penerus kita.

Tentunya juga kita harus ikut mendukung pemerintah, gak usah jauh-jauh. Mulai dari lingkungan sekitar kita aja dulu. Semoga pemerintah lebih konsen lagi, semoga para orang tua juga lebih bijak terhadap anak-anaknya. Dan semoga Indonesia akan merdeka. Merdeka sebenar-benarnya. Amin🙂

Posted from WordPress for BlackBerry.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

dua dan tiga

Sebenernya apa yg mau saya tulis di sini bukan tentang angka 2 dan 3 seperti yg saya jadikan judul di atas. Angka 2 dan 3 adl dari angka 23 yang dipisahkan saja sih. .

Trus ada apa dengan angka 23 ? Ga ada yang aneh atau penting juga sih dgn angka itu.
Cuma kebetulan 23 Juni tahun ini adl tepat 23 kali saya lalui sepanjang hidup saya. Hehehe

Maklum saya Indonesia, lebih tepatnya Jawa. Jadi ya kaya orang jawa kebanyakan suka nyari2 keunikan dr angka. Hehehe
Hmmm. . Jadi ketauan umur saya skrg brp😦

Kl diinget-inget, 22 tahun kmrn saya ternyata terlalu menyepelekan hidup. Terlalu becanda sama hidup. Hingga, apa yg seharusnya saya bisa peroleh di waktu2 yg lalu malah sampai sekarang blm saya peroleh. Menyesal ? Pasti! Tapi masa2 penyesalan itu udah berlalu entah kapan tau..

Dan kebetulan di taun ini, taun ke 23 saya hidup di dunia ini segalanya berubah menjadi serius.
Misalnya, udah mulai mikirin nyimpen duit buat nikah nanti entah dengan siapa nanti saya nikah. Mungkin gara2 umur terlalu akrab dengan pertanyaan “kapan kawin?” jadi ya kaya gini nih saya. Hehehe

Tahun ini, udah 23 tahun aja. Pastinya bersyukur banget sama Tuhan yg udah ngasih kesempatan buat belajar selama ini. Selama ini banyak ngeluh, malas2an dan emosi masih tinggi. Harapannya sih taun2 ke depan udah ga kaya gitu lagi, Amin.

Entah knp kl ngomongin hari lahir selalu inget orang tua yg udah meninggal. Ibu udah 2 tahun , dan bapak udah 10 tahun dipanggil Tuhan.
Kl mungkin lorong waktu beneran ada, mau kembali ke masa2 kecil, di mana masih ada orang tua.

Orang tua yg ga pernah lupa kasih kue brownies , atau kadang blackforest pas saya ulang tahun. Emang sih mereka ga pernah kasih yang utuh. Mereka beliin saya yg udah dipotong-potong. Belinya juga di tetangga.Walaupun hari2 lainnya juga bisa beli, tapi rasanya beda aja kl dimakannya pas hari lahir. Ya mungkin karna udah dicampur sama doa2 dan harapan dari orang tua jadi rasanya makin lezat.

Loncat ke umur belasan, di mana saya lg jadi badboy. Walaupun skrg jg masih, tp ga separah dulu . Hahahaha
Sampe masuk ke angka 20 dan seterusnya, udah mulai kalem. Udah bener2 ngerasain kerasnya hidup. Ya tapi tetep aja kaya yg td saya bilang di awal, terlalu menyepelekan hidup.

Setelah ini saya bukan saya yang dulu. Berubah ? Pasti. Tapi bukan berubah cara bergaul, berubah sikap ke teman dll. Bukan !! Tapi berubah cara pandang, berubah bagaimana menyikapi hidup, dan akan mulai mencari jawaban atas pertanyaan “orang hidup itu sejatinya untuk apa ?”

Saya jg mengucapkan terima kasih buat semua yg udah kasih ucapan dan doa. Entah lewat facebook, twitter, telpon langsung , sms , whatsapp, line, dan jg bbm . Gak ada yg bisa saya berikan buat kalian semua selain mendoakan kalian. . Thanks🙂

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

thanks dear :*

Mungkin hari ini bisa dibilang saya udah jahat banget sama pacar gara2 saking jahilnya saya.
Berawal dari hari minggu kemaren pas wakuncar a.k.a ngapel. Becanda ke sana – sini sampe nyamber ke topik kapan saya ultah. Dengan isengnya saya jawab dengan jawaban yang membingungkan pacar saya. Bahkan yang paling bikin saya nyesel adalah kenapa saya jawab tanggal 3 Juni. Ya emang sih pada saat itu suasananya lagi becanda berat. Tsaaahhh!
Dan yang ga saya duga adalah 3 Juni ini, pacar susah payah nyiapin kue ultah dan juga kado ultah buat saya. Susah payah disaat Semarang sedang diguyur hujan yang ga berhenti2 sampe saat ini tulisan ini saya buat.
Bisa dibayangin kan gimana perasaan pacar saya pas tau kl sebenernya saya waktu itu cuma becanda bilang 3 Juni ? Marah, Capek, Kesel ato apalah itu udah campur aduk pastinya.
Ditambah lagi dia sempet jatuh di toko kue karna saking buru-burunya.
Sebuah kue ulang tahun lengkap dengan lilin dan tulisan spesial unt saya udah siap, juga kado yang dibungkus rapi dengan kertas kado yang cantik. Tp ternyata saya gak ulang tahun tanggal 3 Juni ini . . Brengsek bgt ya saya. Emang pada dasarnya saya becanda. Tp saya lupa kl pacar saya ini jg seriusan orangnya. .😦
Jadi tulisan saya malam ini emang khusus saya tujukan unt pacar saya tsb.
Maaf untuk rese’ nya saya hari ini. Maaf unt becanda yg justru jd masalah..
Dan, terimakasih unt susah payahnya nyiapin ini semua buat saya. Terimakasih udah mau ujan2an buat bikin saya seneng.
Terimakasih Gracia Isti Natalingtyas. . :*

Posted from WordPress for BlackBerry.

Dipublikasi di Uncategorized | 2 Komentar

We’re Superb Family

#SuperbFamily . . Sebuah nama yang muncul ketika 4 orang muda-mudi bertemu, berkumpul dan berbagi banyak hal.

@deenugroho , seorang hijaber yang gayanya rock n roll. Atau mungkin lebih pas disebut gali syariah. Setelah lulus kuliah dengan predikat S.pd, kemudian mbakyu satu ini kembali ke kotanya, Ketapang.

@mikopyok , pemuda yang mempunyai hasrat untuk ngegebet gadis sebanyak2nya. Walaupun hasratnya yang tinggi itu ga sebanding dengan tinggi tubuhnya (eh sorry papa miko!!).

Ada lagi @ruu_molenn , kalo ni cewek imut2 gt deh. Sukanya sih ama cowo gondrong (kayaknya). Baru lulus kuliah juga bulan mei kemaren.

Dan yang terakhir adalah saya sendiri, @_adhyt_ . Gak usah diceritain ya , tar dikira narsis :p

Ketemunya kami berempat ini sebenernya masih ada hubungannya dengan Trax FM Semarang, di mana kami berempat dulunya adalah pendengar radio tsb. Tapi dari kami berempat cuma saya yang sampai saat ini belum pernah ikutan acaranya Anak Trax. Jadi saya adalah yg paling baru kenal ama mereka, sedangkan yang lainnya udah kenal pas ada kumpul2 anak trax.

Pertamanya sih dulu saling add , atau lebih tepatnya saya yang nge-add mereka di facebook. Obrolan basa-basi udah sering terjadi sama mereka di facebook. Kemudian karena twitter yang mulai nge-hits, akhirnya satu persatu dari kami juga bikin akun di twitter.

Entah di tahun keberapa kenal mereka di socmed, kemudian keluar ide buat kopdar. Car Free Day di Jl. Pahlawan kota Semarang lah yang jadi tempat untuk kami bertemu. Itulah saat pertama kali saya bertemu dengan mereka di dunia nyata. Eh tapi sama miko udah pernah ketemu sih, biasanya nongkrong di angkringan kalo sama si Miko.

Setelah pertemuan di CFD waktu itu, kemudian bersambung dengan pertemuan2 selanjutnya. KFC pandanaran, Happy Puppy Pandanaran, Milken Erlangga dan yang terakhir di Martabak Ufo. Pertemuan terakhir sebelum Dee berangkat ke Ketapang.

Kadang kangen juga sih kumpul2 bareng lagi ama mereka. Tapi karena Dee yang udah di luar pulau jd kalaupun ketemu ga lengkap. Ruruu yg baru aja lulus kuliah juga kabar2nya mau ke Bali. Jadi nanti cuma tinggal saya dan Miko yang ada di Semarang.

Gak tau kapan lagi bisa kumpul bareng2 lagi. Bisa juga kaya yg Dee ama Miko obrolin di twitter, nanti kita ketemuan dan bukan #SuperbFamilyReunion, tapi #SuperbBigFamilyReunion karna bisa jadi kita udah pada nikah dan punya anak. Hehehe

Kadang kangen juga ama saat2 kita nge-bully dan nyinyirin akun twitter orang yang punya masalah ama salah satu dari kita. Pedasnya kata2 Dee, to the point-nya Miko, dan halus tapi jleb-nya Ruru kl nge-bully ato nyinyirin orang tuh suka bikin kangen. Hehehe
Hal jelek kok dikangenin ya ? Yowes ben ! :p

We’re SuperbFamily. Kami bukan geng kaya genk motor ato geng anak2 sekolah gitu. Tapi sekali bikin masalah ama kita, jaga diri baik2!
Sangar rak, ndes ?! Hahahahaha. Becandaaaaa!!!
Gak kaya gitu juga kok .🙂

Posted from WordPress for BlackBerry.

Dipublikasi di Uncategorized | 2 Komentar

Kisah Suram Waisak di Candi Borobudur Tahun Ini – Okezone.com

MAGELANG – Seperti tahun-tahun sebelumnya, perayaan Waisak di Candi Borobudur tahun ini menarik banyak wisatawan. Sayangnya, kesakralan hari suci umat Budha ini menjadi ternodai karenanya.

Tahun ini, Candi Borobudur tetap dibuka untuk umum saat prosesi Waisak. Ribuan turis, baik lokal maupun mancanegara, memadati candi yang terletak di Magelang, Jawa Tengah, ini. Kebanyakan turis mengaku menanti ritual pelepasan seribu lampion, yang menjadi penanda berakhirnya prosesi Waisak tahun ini.

Menurut pantauan Okezone pada Sabtu, 25 Mei 2013, pukul 14.00 WIB, jalanan menuju Taman Wisata Candi Borobudur sudah padat dan macet. Padahal, saat itu sedang ada prosesi kirab biksu dari Candi Mendut ke Candi Borobudur, salah satu bagian dari prosesi Waisak.

Memasuki kawasan Candi, antrean gerbangnya mengular. Tampaknya, tahun ini adalah tahun teramai perayaan Waisak di Borobudur. Sebagian turis berasal dari Jakarta dan sekitarnya, tak hanya dari Jawa Tengah atau Yogyakarta.

Pelataran Candi Borobudur sudah dialasi karpet kuning. Karpet yang seharusnya menjadi tempat duduk para umat Budha justru dipenuhi turis, sebagian besar anak muda yang tidur-tiduran sambil bercanda ria. Jumlah turis bahkan lebih banyak dibandingkan umat Budha yang ingin beribadah hingga cukup mengganggu kekhusyukannya.

Pukul 17.00 WIB, para biksu dari majelis-majelis yang sudah dua hari melakukan prosesi Waisak dari Candi Mendut ke Candi Borobudur sudah berkumpul di panggung pelataran. Hujan rintik-rintik turun, membuat para turis mengembangkan payungnya selama menunggu acara dimulai.

Hingga pukul 19.00, acara masih belum juga dimulai, padahal para biksu dan biksuni sudah berkumpul di panggung, siap untuk memanjatkan doa bersama. Hujan turun semakin deras, membuat pengunjung semakin resah.

“Maaf, acara belum dapat kami mulai karena masih menunggu kedatangan Menteri Agama, Suryadarma Ali,” kata pembawa acara. Sontak, pengunjung menyoraki dengan teriakan “huuuu” panjang. Tak sedikit yang memaki. “Kami sudah menunggu lama!” “Kapan acara lampionnya?,” begitu teriak turis-turis itu. Pembawa acara pun mencoba menenangkan pengunjung dengan menggunakan kata-kata mutiara dari kitab ajaran Budha.

Sekira pukul 20.00 WIB, akhirnya Menteri Agama datang. Kedatangannya disambut sorakan kecewa yang panjang. Sorakan ini juga terdengar saat Suryadarma membacakan sambutan dan saat pemuka agama Budha menyebutkan namanya.

Saat sambutan dari pemuka agama Budha, pengunjung pun terdengar tak bisa tenang. Di sana-sini terdengar suara teriakan dan tawa mereka.

Usai sambutan-sambutan, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa dari biksu-biksu sembilan majelis yang hadir saat itu. Hujan masih turun deras, dan mirisnya pada saat pembacaan doa, pengunjung meringsek naik ke panggung.

Mereka naik ke panggung, berusaha berada sedekat mungkin dengan para biksu dan memotretnya. Hal ini tentu mengganggu panjatan doa mereka, apalagi pengunjung-pengunjung ini memotret dengan menggunakan flash.

“Tolong jangan naik ke altar, ini tempat yang tidak boleh dinaiki,” kata seorang biksu kepada pengunjung. “Bila ingin berfoto, tolong memoto dari jauh, para biksu sedang berdoa,” imbuhnya.

Namun peringatan itu tidak dipatuhi pengunjung. Kejadian lebih ricuh lagi terjadi saat ritual Pradaksina, yaitu ritual para biksu mengelilingi Candi Borobudur sebanyak tiga kali. Pengunjung semakin mendekat ke arah biksu, mencoba mengikuti mereka melakukan Pradaksina.

“Tolong, bagi pengunjung yang ingin juga melakukan Pradaksina, harap tertib. Jangan menghalangi jalannya biksu,” demikian peringatan dari pembawa acara. Namun lagi-lagi diabaikan, bahkan seorang biksu terinjak-injak kakinya oleh pengunjung.

Usai Pradaksina, harusnya dimulai acara yang ditunggu-tunggu, yaitu pelepasan 1.000 lampion. Namun sayang, karena hujan masih turun dengan derasnya, pelepasan lampion terpaksa dibatalkan.

Teriakan dan keluhan marah dari pengunjung segera terdengar. Sebagian meninggalkan area candi, sebagian lagi ada yang naik ke panggung, mengambil bunga-bunga dan hiasan panggung. Area Borobudur menjadi sangat kotor oleh botol minuman, tisu, dan bekas bungkus makanan.

Waisak, yang seharusnya menjadi momen sakral ibadah umat Budha, justru sebaliknya. Umat Budha tidak dapat beribadah dengan tenang lantaran para turis penasaran menunggu pelepasan lampion, yang perhelatannya diadakan berbarengan. (ftr)

Posted from WordPress for BlackBerry.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar